2017-02 18

Dibutuhkan 5 bumi lagi kalau dunia ingin hidup dengan standar Amerika

  • Mon 7th Jan 2013
  • Erin

Dibandingkan dengan akhir tahun 1970 dan awal tahun 1980, kondisi Islam di dunia saat ini sungguh sangat berbeda. Islam hampir tidak dikenal di Amerika khususnya dan di Barat pada umumnya. Islam mulai menarik perhatian ketika Syah Iran dukungan Amerika digulingkan diganti pemerintahan Islam (meskipun itu Syiah), ketika personil Kedubes Amerika di Teheran disandera. Maka setiap hari berita di TV adalah tentang penyanderaan tsb. Orang2 Iran memang militan, mahasiswa2 mereka di Amerika waktu itu tidak takut demo menentang dukungan Amerika ke dictator Syah Reza Pahlevi yg terguling itu.

Berlainan dengan Eropa yg terlibat panjang dengan perang salib, Amerika tidak pernah bersinggungan dengan Islam di masa lalu sehingga sampai dengan saat itu tdk begitu peduli, kecuali bahwa minyaknya sangat tergantung dengan Saudi Arabia dan Iran, serta dukungan tanpa sarat terhadap Israil karena bank-bank dan perusahaan raksasa Amerika (dengan kata lain ekonomi Amerika) banyak dikendalikan Yahudi. Iran telah lepas, sumber energi harus dikuasai karena tanpa energi semua teknologi dan kemudahan itu akan hilang lenyap begitu saja. Sumber energy ada di Timur Tengah dan Amerika Latin, sumber daya alam lain ada di Indonesia dan “Negara berkembang” lain. Tahukah kita bahwa penduduk Amerika yang jumlahnya hanya 5% penduduk dunia tapi mengkonsumsi 25% dari sumber daya bumi? Dengan kata lain kalau semua orang di dunia ini hidup dengan standar Amerika maka akan diperlukan 5 bumi lagi!!

Bagaimana cara “menguasai” negara dengan sumber daya melimpah tapi miskin ini? Cara paling ampuh adalah dengan memberi pinjaman sebanyak mungkin sehingga mereka tidak akan mampu membayar (silahkan baca Confessions of an Economic Hit Man, 2004, ada terjemahan Indonesianya dan yg terbaru thn 2016 the New Confessions of an Economic Hit Man, sayang belum ada terjemahannya), dengan demikian mereka akan tersandera selamanya mengikuti kehendak si pemberi hutang. Sementara itu, semua proyek hasil hutangan tadi mereka pula yang mengerjakan dengan konsultan mereka. Saya pernah bekerja pada proyek Bank Dunia, USAID, dll dimana saya hanya satu-satunya konsultan yang tidak bule. Jadi semua hutangan tadi kembali ke mereka tapi anak cucu kita tetap harus membayar hutang plus bunganya (China sekarang ini lebih gila, bukan hanya konsultan saja yg diimpor, tapi sampai tukang sapu juga didatangkan dari Cina, tulisan ttg ini menyusul).

Tapi Saudi Arabia dengan melimpahnya minyak bukan lagi negara miskin, bahkan bingung mau membelanjakan uangnya, meskipun pada waktu itu di Saudi Arabia sampah berserakan di mana2 sedangkan tidak ada orang Arab yang mau membuang sampah. Amerika langsung melihat peluang ini. Tentu tidak dengan meminjami tapi dengan “menyuruh” Saudi menaruh uang mereka di bank-bank Amerika dan mereka membiayai Saudi membangun negaranya dengan uang mereka sendiri tapi semua proyek dikerjakan oleh Amerika atau perusahaan yg kerjasama dengan Amerika.

Ini membawa saya pada satu hal besar yang perlu kita perhatikan: Amerika dan Barat sangat berkepentingan untuk memecah belah umat Islam, terlepas apa yang dipropagandakan di permukaan. Mengapa? Sarjana-sarjana mereka mempelajari sejarah Islam lbh dari kita mempelajarinya. Kalau umat Islam bersatu maka kapitalisme yang mereka agung-agungkan dan menjadi pondasi kejayaan Amerika dipastikan akan runtuh. Islam Andalusia di Spanyol selama lebih 700 tahun hilang tidak berbekas karena perpecahan internal antar umat Islam sendiri. Sisa-sisa peninggalan peradaban hebat ini nanti saya sampaikan dalam Catatan Perjalanan ketika saya napak tilas peradaban besar tsb.
(Catatan Perjalanan AI)

JADWAL SHALAT